- Andre Lado
- Barnas Adjidin
- Batik Tulis Garutan
- BPK RI
- Budaya
- DPC PWMOI Kota Kupang
- DPW MOI Provinsi NTT
- dr. Chistian Widodo
- Eben Domaking
- EKONOMI
- Herry Battileo
- HUKRIM
- INFRASTRUKTUR
- Kapolda NTT
- Ketua PWMOI NTT
- LKD TA 2023
- Makam Pulau Kera
- NASIONAL
- Oknum Karyawan PLN
- OPINI
- P3HI Provinsi NTT
- PEMERINTAH
- Pemkab Garut
- Pemkot Kupang
- Perlawanan Eksekusi
- PERS
- Pj Bupati Garut
- Polda NTT
- POLITIK
- Polresta Kupang Kota
- Polsek Maulafa
- PWMOI
- REGIONAL
- Rusdy Maga
- Sekretaris MOI Provinsi NTT
- Sekretaris PWMOI NTT
- Serba serbi
- SERBA-SERBA
- SERBA-SERBI
- TNI-POLRI
- UMKM
- Wali Kota Kupang
- Yusak Langga
Dana Pemeliharaan SMPN 2 Pakenjeng Dipertanyakan
D'lressure-Garut- Kondisi bangunan SMPN 2 Pakenjeng, Kabupaten Garut, tampak tidak terawat. Pantauan awak media, Selasa (14/4), banyak atap yang jebol dan sampah berserakan.
Dari data yang diperoleh, SMPN 2 Pakenjeng diduga selalu menganggarkan dana BOS untuk biaya perawatan, seperti tahun anggaran 2025 tercatat dana pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp13.604.000. Meski dianggarkan, tetapi tidak terlihat adanya perbaikan ruang kelas, malah kondisi sekolah semakin kumuh. Lantas publik pun bertanya, di kemanakan dana pemeliharaan tersebut.
Ketika hendak dikonfirmasikan kepada Kepala Sekolah, Toni Alamsyah tidak ada di kantornya, dihubungi via Whatsapp juga tidak merespon.
(Rudi Saanjaya)


.jpg)