- Andre Lado
- Artikel
- Artikel Kehidupan
- Artikel Politik
- Barnas Adjidin
- Batik Tulis Garutan
- Berita terbaru
- Berita Terbaru di Kabupaten Garut.
- Berita terbaru.
- Berita Terhangat di Kabupaten Garut
- Berita Terkini Sumenep Jatim
- BPK RI
- Budaya
- Bupati Lombok Barat
- Daerah
- Deli Serdang Berantas penyakit masyarakat.
- DPC PWMOI Kota Kupang
- DPW MOI Provinsi NTT
- dr. Chistian Widodo
- Eben Domaking
- EKONOMI
- Herry Battileo
- HUKRIM
- HUKRIM.
- Hukum dan Kriminal
- INFRASTRUKTUR
- Jakarta
- Kapolda NTT
- Ketua PWMOI NTT
- LKD TA 2023
- Makam Pulau Kera
- NASIONAL
- Oknum Karyawan PLN
- OPINI
- P3HI Provinsi NTT
- Pantai Santolo Garut
- PEMERINTAH
- Pemkab Garut
- Pemkot Kupang
- Pendidikan
- Penggiat Anti Korupsi
- Perlawanan Eksekusi
- PERS
- Pj Bupati Garut
- Polda NTT
- POLITIK
- Polresta Kupang Kota
- Polsek Maulafa
- Program Makan Bergizi Gratis
- PWMOI
- REGIONAL
- Rusdy Maga
- Sekretaris MOI Provinsi NTT
- Sekretaris PWMOI NTT
- Serba serbi
- SERBA-SERBA
- SERBA-SERBI
- SERBA-SERBl
- TNI-POLRI
- Tragedi Malang
- Tulungagung Terbaru
- UMKM
- Wali Kota Kupang
- Yusak Langga
Warga Desa Singajaya Keluhkan Rendahnya Pembangunan Jalan
D'pressure-Garut- Warga Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, mengkritisi pemerintahan desa setempat. Mereka menilai Pemdes Singajaya dibawah kepemimpinan Dude tidak memperhatikan pembangunan sehingga dari tahun ke tahun tidak tampak adanya perubahan, jalan malah bertambah rusak.
Ayi, salah seorang tokoh masyarakat menyebutkan, ada jalan yang seharusnya dibangun tahun 2023 tapi dibiarkan rusak parah.
"Ini jalan seharusnya udah beres tahun 2023, boro-boro dibangun. Uangnya habis gak tahu dikemanakan, jalan ancur seperti selokan kering. Ini jalan arah tanjakan Cikadu," Ungkapnya, baru-baru ini.
Ayi juga mengungkapkan, ia sebagai warga Desa Singajaya akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat.
"kami sebagai masyarakat selangkahpun tidak akan mundur untuk memperjuangkan masyarakat mendorong pembangunan infrastruktur dan menggejot perekonomian," Imbuhnya.
Ayi berharap, apa yang ia sampaikan dapat didengar oleh inspektorat dan aparat penegak hukum di Kabupaten Garut.
"Kenapa kami teriak terus ke media supaya aparat penegak hukum mendengar dan merespon keluhan masyarakat. Dan saat ini kami juga sedang komunikasi inten dengan organisasi PWMOI Jabar untuk pengembangan persoalan Desa Singajaya." Tandasnya.
Ketua Apdesi Kecamatan Singajaya mengatakan, sudah memberikan masukan dan saran kepada Kades Dude perihal informasi dan pengaduan dari masyarakat.
"Sempat dikasi masukan atas banyaknya pengaduan masyarakat ke kami," ucapnya, Selasa (16/4/24).
(Red 70 MI)


.jpg)